DKPPKB Sulbar Perkuat Kapasitas Kader Posyandu, Dukung Transformasi Layanan Kesehatan Primer

MAMUJU, SOROTANPENA.ID – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat transformasi pelayanan kesehatan primer melalui peningkatan kapasitas pengelola dan kader Posyandu. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menghadirkan narasumber pada kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelola dan Kader Posyandu melalui 25 Kompetensi Dasar Kader Posyandu yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3A PMD) Provinsi Sulawesi Barat.

Kegiatan yang berlangsung pada 30–31 Juli 2026 di Hotel Yaki, Kabupaten Mamuju, menjadi penutup rangkaian pelatihan peningkatan kapasitas kader Posyandu yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kabupaten Majene, Polewali Mandar, Mamasa, Pasangkayu, dan Mamuju Tengah.

Pelatihan tersebut diikuti oleh pengelola dan kader Posyandu dari desa dan kelurahan lokus Program PASTI PADU, dengan tujuan meningkatkan kompetensi kader dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar yang berkualitas kepada masyarakat.

Pada kesempatan itu, DKPPKB Sulbar menghadirkan narasumber yang telah tersertifikasi Training of Trainers (ToT) 25 Keterampilan Dasar Kader Posyandu dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yakni Wawan Iskandar dan Adriyani Sirandan, Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku.

Materi yang disampaikan berfokus pada penguatan 25 Kompetensi Dasar Kader Posyandu sebagai bekal dalam mendukung implementasi transformasi Posyandu di bidang kesehatan. Kompetensi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan bagi seluruh siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, usia dewasa hingga lanjut usia.

Kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi lintas perangkat daerah dalam mendukung implementasi Transformasi Layanan Primer, sekaligus memperkuat peran Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Pelaksanaan kegiatan tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yakni “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera”, khususnya melalui Panca Daya Sulbar pada misi Pembangunan SDM Unggul, yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelayanan kesehatan yang berkualitas, promotif, preventif, dan berkelanjutan.

Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak dalam meningkatkan kapasitas kader Posyandu di Sulawesi Barat.

“Kader Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas melalui 25 Kompetensi Dasar Kader Posyandu menjadi langkah strategis untuk memastikan kader memiliki pengetahuan dan keterampilan yang sesuai standar nasional. Kami mengapresiasi kolaborasi bersama Dinsos P3A PMD Sulbar dalam memperkuat kapasitas kader pada desa dan kelurahan lokus Program PASTI PADU sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat,” ujar dr. Nursyamsi Rahim.

Menurutnya, peningkatan kompetensi kader Posyandu merupakan investasi penting dalam membangun pelayanan kesehatan yang lebih dekat, merata, dan berkualitas bagi masyarakat. Dengan kader yang memiliki kapasitas sesuai standar nasional, transformasi layanan kesehatan primer di Sulawesi Barat diharapkan dapat berjalan lebih optimal hingga ke tingkat desa dan kelurahan. (Adv/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar