Kasus Malaria Terkendali, Positivity Rate Sulbar Hanya 1,13 Persen

Mamuju, SorotanPena.Id – Upaya pengendalian malaria di Provinsi Sulawesi Barat menunjukkan capaian positif. Berdasarkan data per 31 Maret 2026, tingkat positivity rate malaria tercatat sebesar 1,13 persen, dengan 14 kasus positif dari 1.243 pemeriksaan yang dilakukan di seluruh kabupaten.

Data tersebut menunjukkan bahwa penularan malaria relatif terkendali, meskipun masih terdapat variasi antarwilayah. Kabupaten Mamuju mencatat positivity rate tertinggi sebesar 6,67 persen, meski jumlah pemeriksaan hanya 15 sampel. Sementara itu, Polewali Mandar menjadi daerah dengan jumlah pemeriksaan terbanyak, yakni 649 sampel, dengan tingkat kepositifan rendah sebesar 0,77 persen.

Di sisi lain, Kabupaten Mamuju Tengah dan Mamasa dilaporkan tidak menemukan kasus positif dari seluruh pemeriksaan yang dilakukan. Hal ini menjadi indikator keberhasilan upaya deteksi dini dan pengendalian yang terus diperkuat di tingkat kabupaten.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menilai capaian ini sebagai langkah konkret menuju visi Gubernur Suhardi Duka, yaitu Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera, khususnya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sebagai fondasi pembangunan daerah. Capaian tersebut juga sejalan dengan Panca Daya ke-3, yakni mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter, di mana kesehatan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan SDM yang produktif dan berdaya saing.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolaboratif lintas sektor, mulai dari tenaga kesehatan di lapangan hingga partisipasi masyarakat.

“Angka positivity rate yang rendah ini menunjukkan bahwa upaya surveilans, deteksi dini, dan penanganan malaria di Sulawesi Barat berjalan cukup efektif. Namun, kita tidak boleh lengah. Penguatan edukasi masyarakat, peningkatan cakupan pemeriksaan, serta respons cepat terhadap kasus tetap menjadi prioritas,” ujarnya.

Ia menambahkan, strategi ke depan akan difokuskan pada wilayah berisiko tinggi serta peningkatan kualitas layanan kesehatan berbasis promotif dan preventif.

“Kita ingin memastikan setiap masyarakat memiliki akses terhadap pemeriksaan dan pengobatan yang cepat dan tepat. Dengan begitu, kita tidak hanya menekan angka kasus, tetapi juga melindungi kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong penguatan sistem kesehatan yang tangguh dan responsif, termasuk dalam pengendalian penyakit menular seperti malaria. Dengan capaian ini, diharapkan Sulbar semakin dekat menuju daerah yang sehat, produktif, dan berdaya saing sebagai bagian dari terwujudnya Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera. (Adv/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *