Remaja Mamuju Kini Jadi ‘Perisai’ Anti-Kekerasan Seksual

Mamuju, 14 November 2025 – Menyikapi maraknya kasus kekerasan seksual yang melibatkan remaja di lingkungan pendidikan, Yayasan Karampuang menginisiasi program PERISAI Remaja (Perlindungan dari Intimidasi dan Kekerasan Seksual bagi Remaja). Program ini menjadi langkah nyata untuk membangun kesadaran dan kemampuan remaja dalam melindungi diri serta teman sebaya dari berbagai bentuk kekerasan seksual.

Program PERISAI Remaja telah sukses dilaksanakan di tiga lokasi berbeda di Kabupaten Mamuju, diantaranya, Gedung Mini Teater Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Mamuju pada Sabtu (25/10/2025), SMKN 1 Tapalang pada Rabu (12/11/2025), dan SMAN 1 Kalukku pada Kamis (13/11/2025).

Kegiatan ini berfokus pada peningkatan pemahaman dan keterampilan remaja dalam mengenali berbagai bentuk kekerasan seksual, memahami cara melindungi diri, menumbuhkan keberanian untuk melapor bila melihat atau mengalami kekerasan.

Direktur Yayasan Karampuang, Ahmad Martono, menyampaikan bahwa PERISAI Remaja adalah ruang penting bagi remaja untuk belajar mengenali, mencegah, dan berani bersuara terhadap kekerasan seksual.

“PERISAI Remaja bukan sekadar edukasi, tapi juga gerakan membangun kesadaran bahwa setiap remaja berhak atas rasa aman dan saling menghormati. Kami berharap para remaja dapat menjadi perisai bagi diri sendiri dan teman sebayanya,” ujar Ahmad Martono.

Dalam kegiatan yang juga diisi oleh Dian Hardianti Lestari, peserta mendapatkan pemahaman komprehensif mulai dari hak anak dan remaja berdasarkan Konvensi Hak Anak, bentuk dan dampak kekerasan seksual, hingga sesi praktis penyusunan strategi pencegahan.

Strategi pencegahan ini dirancang untuk diterapkan di empat area krusial: sekolah, keluarga, ruang publik, dan ruang digital. Sebagai tindak lanjut, para peserta menyusun aksi bersama seperti pembuatan konten edukasi kreatif berupa poster dan video pendek. Konten ini akan disebarluaskan di sekolah dan media sosial, bertujuan sebagai sarana edukasi sebaya dan memperluas jangkauan kampanye perlindungan remaja di Sulawesi Barat.

Peserta menyambut antusias program ini dan mengaku mendapatkan pengetahuan baru yang mengubah perspektif mereka.

Siswi dari SMAN 1 Tapalang, Aura Nabila Maulida, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru dari kegiatan ini.

“Mengikuti kegiatan PERISAI Remaja ini membuat saya semakin sadar bahwa kekerasan seksual itu bisa terjadi di mana saja, bahkan di tempat yang kita anggap paling aman, yaitu di rumah. Dari kegiatan ini juga saya jadi tahu ternyata kekerasan seksual bukan hanya fisik, namun juga ternyata bentuknya sangat beragam, bisa juga lewat kata-kata atau verbal,” tuturnya.

Senada dengan itu, Ketua OSIS SMAN 1 Kalukku, Masyha Artilla, merasa lebih berdaya setelah mengikuti program.

“Saya sangat senang, di sini saya belajar hal baru, lebih tahu bagaimana cara menjaga diri dan lebih tahu tentang kejadian-kejadian mengenai kekerasan seksual dan bagaimana kita menghindarinya,” ungkapnya.

Melalui PERISAI Remaja, Yayasan Karampuang berupaya memperkuat perlindungan anak dan remaja secara partisipatif, dengan menempatkan remaja sebagai subjek perubahan. Program ini diharapkan dapat berlanjut ke kecamatan lainnya di Kabupaten Mamuju, sehingga semakin banyak sekolah dan remaja yang menjadi bagian dari gerakan menciptakan “Ruang Aman untuk Semua.” (Rls/Fir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *