DKPPKB Sulbar Perkuat Kesiapan Tenaga Kesehatan Lewat Simulasi Bencana

Mamuju, SorotanPena.Id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menggelar simulasi penanggulangan bencana gempa bumi dan kebakaran usai apel pagi di kawasan Kantor Gubernur Sulbar, Senin, 11 Mei 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, para pejabat eselon II lingkup Pemprov Sulbar, serta unsur lintas sektor penanggulangan bencana.

Simulasi ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Sulbar dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka.

Selama sekitar 30 menit, simulasi berlangsung melalui skenario terpadu yang menggambarkan kondisi tanggap darurat secara nyata. Berbagai proses diperagakan, mulai dari evakuasi korban menggunakan kendaraan roda dua, penanganan korban luka, pemadaman kebakaran, hingga evakuasi korban dari lantai dua menggunakan tali.

Selain itu, petugas juga mendirikan tenda darurat dan dapur umum sebagai bagian dari penanganan pascabencana.

Sulawesi Barat diketahui menjadi salah satu daerah dengan indeks risiko bencana yang cukup tinggi. Potensi bencana di wilayah ini meliputi gempa bumi, banjir, longsor, kebakaran, hingga bencana nonalam.

Karena itu, kesiapsiagaan lintas sektor dinilai penting untuk meminimalkan dampak bencana terhadap masyarakat.

Salah satu pejabat yang hadir menyebut, simulasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas daerah menghadapi situasi krisis kesehatan akibat bencana.

“Penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan koordinasi, kolaborasi, dan kesiapan seluruh sektor agar penanganan krisis kesehatan maupun evakuasi masyarakat dapat berjalan cepat dan tepat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mengatakan simulasi tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesiapan tenaga kesehatan dan seluruh unsur terkait menghadapi kondisi kedaruratan.

Menurutnya, kesiapsiagaan yang terlatih dan terkoordinasi akan sangat menentukan kecepatan respons saat terjadi bencana, terutama dalam penanganan korban dan pelayanan kesehatan darurat.

Melalui kegiatan ini, Pemprov Sulbar berharap kesiapsiagaan seluruh unsur penanggulangan bencana semakin meningkat sehingga mampu meminimalkan risiko dan dampak bencana di tengah masyarakat. (Adv/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *