MAMUJU, SOROTANPEN.ID – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat terus mematangkan pengembangan inovasi daerah sebagai upaya meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pendampingan bersama Tim Pendamping Inovasi Daerah Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat yang berlangsung di Kantor DKPPKB Sulbar, Selasa (14/7/2026).
Tim Pendamping Inovasi Daerah Bapperida Sulbar yang dipimpin Sholihin diterima oleh Plt. Kasubag Keuangan dan Aset DKPPKB Sulbar, Rendi Rivaldi, bersama tim teknis. Pertemuan tersebut difokuskan pada penyempurnaan dokumen inovasi daerah, penguatan substansi inovasi, serta pemenuhan indikator penilaian inovasi sesuai ketentuan nasional.
Pendampingan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam mendorong setiap perangkat daerah menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat. Langkah tersebut juga sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.
Dalam sesi pendampingan, Tim Bapperida memberikan sejumlah masukan strategis, mulai dari penguatan aspek kebaruan inovasi, keberlanjutan program, dampak terhadap masyarakat, hingga kelengkapan dokumentasi implementasi. Seluruh aspek tersebut menjadi komponen penting dalam penilaian Indeks Inovasi Daerah.
Melalui pendampingan ini, DKPPKB Sulbar diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang lebih berkualitas, berkelanjutan, serta dapat menjadi praktik baik dalam pelayanan kesehatan, pengendalian penduduk, dan pembangunan keluarga di Sulawesi Barat.
Secara terpisah, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa inovasi merupakan salah satu instrumen penting untuk mewujudkan pelayanan publik yang semakin efektif, efisien, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Inovasi bukan sekadar memenuhi indikator penilaian, tetapi harus mampu memberikan solusi nyata terhadap berbagai tantangan pembangunan kesehatan, pengendalian penduduk, dan keluarga berencana di Sulawesi Barat. Pendampingan dari Bapperida menjadi bagian penting untuk memastikan inovasi yang kami kembangkan semakin berkualitas, terukur, dan berkelanjutan,” ujar dr. Nursyamsi Rahim. (Adv/Rls)








