MAJENE, SOROTANPENA.ID – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Daerah (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat implementasi Program Sulbar Sehat melalui pendampingan dan koordinasi langsung di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan penguatan pelaksanaan intervensi Sulbar Sehat di Puskesmas Pamboang, Kabupaten Majene, Jumat (5/6/2026).
Kunjungan tersebut dihadiri Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan, Kesehatan Komunitas dan Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan DKPPKB Sulbar, Muh Saleh, bersama Ketua Tim Kerja Sumber Daya Manusia Kesehatan, Zaldy Al Qadri. Rombongan diterima langsung Kepala Puskesmas Pamboang, Muh Taslim Mannan, beserta jajaran tenaga kesehatan.
Program Sulbar Sehat merupakan inovasi pembangunan kesehatan yang dikembangkan DKPPKB Sulbar dengan menempatkan puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Program ini dirancang untuk memperkuat peran fasilitas kesehatan tingkat pertama dalam mendukung lokus Desa PASTI PADU sekaligus mempercepat pencapaian target pembangunan kesehatan daerah.
Kegiatan tersebut sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang menempatkan sektor kesehatan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Dalam pertemuan itu, berbagai strategi penguatan layanan kesehatan primer dibahas, mulai dari peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, optimalisasi layanan kepada masyarakat, hingga penguatan pelaksanaan intervensi kesehatan prioritas yang menjadi indikator Program Sulbar Sehat.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa Program Sulbar Sehat merupakan pendekatan terintegrasi untuk memastikan seluruh program prioritas kesehatan dapat berjalan efektif hingga tingkat desa.
“Sulbar Sehat merupakan pendekatan yang menempatkan puskesmas sebagai pusat penggerak pembangunan kesehatan masyarakat. Melalui penguatan layanan primer dan kolaborasi lintas program, kita ingin memastikan seluruh intervensi kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih cepat dan tepat sasaran,” ujar dr. Nursyamsi.
Ia menjelaskan, Program Sulbar Sehat mencakup sejumlah indikator prioritas yang menjadi fokus pembangunan kesehatan di Sulawesi Barat.
“Indikator Sulbar Sehat terdiri atas penguatan intervensi spesifik dan sensitif stunting, percepatan penanganan Tuberkulosis (TBC), peningkatan kepesertaan dan pemanfaatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), serta optimalisasi Program Cek Kesehatan Gratis. Seluruh indikator tersebut saling terintegrasi dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat,” jelasnya.
Menurut dr. Nursyamsi, keberhasilan Program Sulbar Sehat membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat.
Melalui pendampingan ini, DKPPKB Sulbar berharap Puskesmas Pamboang dapat menjadi salah satu contoh praktik baik dalam penguatan layanan kesehatan primer sekaligus mempercepat pencapaian target pembangunan kesehatan di Sulawesi Barat.
Dengan penguatan peran puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan, Program Sulbar Sehat diharapkan mampu meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan masyarakat menuju terwujudnya Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera. (Adv/Rls)








