Mamuju, SorotanPena.Id — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat menggelar geladi kotor sebagai bagian dari persiapan simulasi penanggulangan bencana di Lapangan Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Jumat, 8 Mei 2026.
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh rangkaian simulasi berjalan optimal, mulai dari skenario penanganan, alur koordinasi, kesiapan personel, hingga sistem komunikasi antarinstansi saat menghadapi situasi darurat bencana.
Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera” di bawah kepemimpinan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, khususnya dalam memperkuat ketangguhan daerah dan perlindungan masyarakat terhadap risiko bencana.
Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan kesiapan dan kekompakan lintas sektor menjadi faktor utama dalam keberhasilan penanggulangan bencana.
“Penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan sendiri. Geladi kotor ini menjadi langkah awal untuk menguji kesiapan tim, sarana, serta sistem komunikasi agar respons saat simulasi maupun kondisi nyata dapat berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujar dr. Nursyamsi Rahim.
Menurutnya, simulasi penanggulangan bencana bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan seluruh unsur terkait dalam menghadapi kondisi kedaruratan.
Melalui simulasi yang akan dilaksanakan selanjutnya, DKPPKB Sulbar menargetkan penguatan kapasitas pelayanan kesehatan darurat, peningkatan koordinasi lintas instansi, serta kesiapan sumber daya manusia dalam memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat saat terjadi bencana.
DKPPKB Sulbar juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya pengurangan risiko bencana melalui pelatihan, simulasi berkala, edukasi masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor guna mewujudkan Sulawesi Barat yang tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi bencana. (Adv/Rls)








