MAMUJU, SOROTANPENA.ID — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Daerah (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program dokter internship di Cafe Noon Mamuju, Senin (25/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti enam dokter internship yang ditempatkan di Puskesmas Rangas, Puskesmas Botteng, dan RS Bhayangkara Mamuju. Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
Program dokter internship merupakan tahapan wajib bagi lulusan baru profesi dokter dan dokter gigi sebagai proses pemahiran, pemandirian, serta transisi dari pendidikan akademik menuju praktik profesional mandiri.
Pelaksanaan kegiatan ini juga sejalan dengan visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera” di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.
Pengelola SDM Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, Nurdiani, menegaskan pelaksanaan internship harus tetap memperhatikan ketentuan jam kerja sesuai aturan yang berlaku.
“Jam kerja dokter internship tidak lebih dari 40 jam per minggu. Hal ini penting untuk menjaga kualitas pembelajaran, kesehatan dokter internship, dan mutu pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang SDMK Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju, Andi Maida Dg Mawello, mengatakan hasil monitoring dan evaluasi akan menjadi bahan pembahasan bersama pimpinan wahana penempatan.
“Hasil pertemuan ini akan menjadi bahan evaluasi bersama dengan pimpinan wahana penempatan agar pelaksanaan program internship dapat berjalan lebih baik dan sesuai standar,” jelasnya.
Secara terpisah, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan program internship memiliki peran penting dalam membentuk tenaga dokter yang profesional dan siap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Program internship menjadi tahap penting dalam membentuk kompetensi, etika, dan pengalaman dokter muda sebelum menjalankan praktik mandiri. Karena itu, pendampingan dan evaluasi harus dilakukan secara berkala agar proses pembelajaran berjalan optimal sekaligus tetap menjamin kualitas pelayanan kesehatan,” tegas dr. Nursyamsi Rahim.
DKPPKB Sulbar berharap program dokter internship dapat terus berjalan efektif dan menjadi bagian penting dalam mendukung penguatan pelayanan kesehatan di Sulawesi Barat. (Adv/Rls)












