MAMUJU, SOROTANPENA.ID – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Daerah (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat menggelar Pertemuan Evaluasi Pelaporan Indikator Nasional Mutu (INM) secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelaporan mutu pelayanan kesehatan di seluruh rumah sakit di Sulawesi Barat.
Pertemuan diikuti Kepala Dinas Kesehatan kabupaten se-Sulawesi Barat, direktur rumah sakit, serta penanggung jawab pelaporan mutu rumah sakit. Evaluasi dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan, kualitas, kelengkapan, dan ketepatan waktu pelaporan Indikator Nasional Mutu yang menjadi salah satu instrumen penting dalam pembinaan mutu pelayanan kesehatan.
Pelaporan INM merupakan bagian dari sistem pemantauan mutu pelayanan kesehatan yang menjadi dasar evaluasi kinerja rumah sakit sekaligus acuan dalam penyusunan kebijakan peningkatan kualitas layanan dan keselamatan pasien. Meski demikian, pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterlambatan pelaporan, data yang belum lengkap, hingga perlunya peningkatan pemahaman petugas mengenai mekanisme pelaporan.
Melalui pertemuan ini, peserta membahas hasil pelaporan INM, mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi fasilitas pelayanan kesehatan, menyusun strategi perbaikan, serta memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan rumah sakit. Langkah tersebut diharapkan mampu menghasilkan data mutu yang lebih akurat dan berkualitas sebagai dasar pengambilan keputusan di sektor kesehatan.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa pelaporan Indikator Nasional Mutu tidak sekadar menjadi kewajiban administratif, melainkan merupakan bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Indikator Nasional Mutu merupakan cerminan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat. Karena itu, pelaporan harus dilakukan secara lengkap, akurat, dan tepat waktu agar dapat menjadi dasar evaluasi serta perbaikan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan. Melalui evaluasi ini, kami berharap seluruh rumah sakit semakin memperkuat komitmen terhadap budaya mutu dan keselamatan pasien,” ujar dr. Nursyamsi.
Menurutnya, penguatan pelaporan mutu juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan sistem pelayanan kesehatan yang lebih efektif, transparan, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Hal tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk mewujudkan Sulawesi Barat yang Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka.
Melalui kegiatan ini, DKPPKB Sulawesi Barat berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah dan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dalam meningkatkan kualitas pelaporan Indikator Nasional Mutu. Dengan demikian, peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Sulawesi Barat dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. (Adv/Rls)












