MAMUJU, SOROTANPENA.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan ramah anak melalui penguatan kolaborasi lintas sektor untuk pencegahan kekerasan terhadap anak. Komitmen tersebut ditandai dengan pengukuhan Pengurus Forum Anak Daerah (FAD) Sulawesi Barat Periode 2026–2028 yang dirangkaikan dengan pertemuan lintas sektor pencegahan kekerasan di Ballroom Andi Depu, Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulawesi Barat itu dihadiri berbagai organisasi perangkat daerah, lembaga mitra, serta perwakilan Forum Anak dari seluruh kabupaten di Sulawesi Barat.
Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Daerah (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat turut berpartisipasi melalui Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas, Putri Anindy, bersama jajaran staf sebagai bentuk dukungan terhadap upaya perlindungan perempuan dan anak serta pencegahan berbagai bentuk kekerasan.
Kegiatan ini sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S. Mengga, khususnya dalam mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, unggul, berkarakter, dan terlindungi.
Secara terpisah, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Perlindungan anak tidak dapat dilakukan oleh satu sektor saja. Pemerintah, keluarga, sekolah, masyarakat, hingga lembaga mitra harus bersinergi untuk mencegah kekerasan dan memastikan setiap anak memperoleh hak tumbuh kembang yang optimal,” ujar dr. Nursyamsi.
Menurutnya, Forum Anak Daerah memiliki peran strategis sebagai wadah partisipasi anak dalam proses pembangunan daerah. Kehadiran forum tersebut tidak hanya menjadi ruang penyampaian aspirasi anak, tetapi juga menjadi sarana bagi anak-anak untuk berperan sebagai pelopor dan pelapor terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan hak dan perlindungan anak.
“Anak-anak harus diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan dan aspirasinya. Forum Anak menjadi media penting untuk membangun kepemimpinan, kepedulian sosial, serta keterlibatan anak dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi sesama,” katanya.
Pengukuhan Pengurus Forum Anak Daerah Sulawesi Barat Periode 2026–2028 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan anak.
Melalui sinergi lintas sektor dan penguatan peran Forum Anak, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat optimistis upaya pencegahan kekerasan terhadap anak dapat semakin efektif. Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi Sulawesi Barat yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing menuju Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera. (Adv/Rls)











