TOPOYO, SOROTANPENA.ID – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Daerah (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat implementasi Gerakan Bersama Atasi Tuberkulosis (GARATTA TBC) sebagai strategi percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) di Sulawesi Barat.
Penguatan program tersebut dilakukan melalui kegiatan Implementasi Kabupaten Binaan yang digelar di Hotel Bahari, Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Kamis (11/6/2026), dengan melibatkan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju Tengah, kepala puskesmas, pengelola program TBC, serta lintas program terkait.
Dalam kegiatan tersebut, DKPPKB Sulbar memaparkan capaian dan tantangan penanganan TBC di Kabupaten Mamuju Tengah berdasarkan data program hingga 11 Juni 2026.
Hasil evaluasi menunjukkan penemuan terduga TBC di Mamuju Tengah baru mencapai sekitar 31 persen dari target yang ditetapkan. Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan skrining aktif dan penemuan kasus secara masif di masyarakat untuk mempercepat pengendalian penyakit menular tersebut.
Selain itu, capaian penemuan kasus TBC di sejumlah puskesmas juga masih perlu ditingkatkan agar target eliminasi TBC dapat dicapai secara optimal.
DKPPKB Sulbar menegaskan bahwa keberhasilan eliminasi TBC membutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat melalui pendekatan terintegrasi hingga tingkat desa. Melalui GARATTA TBC, pemerintah mendorong kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga keluarga dalam menemukan kasus lebih dini, mendukung pengobatan hingga tuntas, serta memperluas cakupan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).
Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang menempatkan pembangunan kesehatan sebagai salah satu prioritas utama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Secara terpisah, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa GARATTA TBC merupakan inovasi daerah yang dirancang untuk mempercepat pencapaian target eliminasi TBC melalui pendekatan berbasis masyarakat.
“GARATTA TBC bukan sekadar program kesehatan, tetapi gerakan sosial yang melibatkan seluruh unsur masyarakat. Kita ingin memastikan setiap kasus ditemukan lebih cepat, diobati sampai sembuh, dan setiap kontak erat mendapatkan layanan pencegahan yang optimal,” ujar dr. Nursyamsi Rahim.
Menurutnya, penguatan layanan kesehatan primer menjadi kunci utama dalam meningkatkan capaian program TBC di daerah.
“Puskesmas merupakan ujung tombak implementasi GARATTA TBC. Karena itu, penguatan kapasitas tenaga kesehatan, kader, serta dukungan pemerintah desa menjadi faktor penting dalam mempercepat eliminasi TBC di Sulawesi Barat,” tambahnya.
Melalui penguatan implementasi GARATTA TBC di Mamuju Tengah, DKPPKB Sulbar berharap capaian penemuan kasus, investigasi kontak, pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), serta keberhasilan pengobatan dapat terus meningkat sehingga target eliminasi TBC tahun 2030 dapat terwujud. (Adv/Rls)











