MAMUJU, SOROTANPENA.ID – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Daerah (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat bersama jajaran Kepolisian Republik Indonesia memperkuat sinergi dalam percepatan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui kegiatan Sosialisasi Pendataan Masyarakat Penderita Tuberkulosis yang digelar di Aula Polresta Mamuju, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolresta Mamuju, Direktur Binmas Polda Sulawesi Barat, Kabid Dokkes Polda Sulawesi Barat, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju, serta diikuti jajaran Polresta Mamuju. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran kepolisian dalam mendukung target eliminasi TBC nasional pada tahun 2030.
Melalui keterlibatan aparat kepolisian, khususnya Bhabinkamtibmas yang bertugas hingga tingkat desa dan kelurahan, pemerintah berharap proses pendataan penderita, penemuan kasus, edukasi masyarakat, pelacakan kontak erat, hingga pendampingan pasien selama menjalani pengobatan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
Kegiatan ini juga sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang menempatkan pembangunan kesehatan sebagai salah satu prioritas utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa keberhasilan eliminasi TBC membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk aparat keamanan yang memiliki kedekatan dengan masyarakat di tingkat akar rumput.
“TBC bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga persoalan sosial yang membutuhkan kerja bersama. Melalui sinergi dengan kepolisian, khususnya jajaran Bhabinkamtibmas, kita berharap proses pendataan, edukasi, penemuan kasus, hingga pendampingan pengobatan dapat dilakukan lebih cepat dan lebih luas menjangkau masyarakat,” ujar dr. Nursyamsi.
Menurutnya, pendataan yang akurat menjadi fondasi penting dalam menyusun intervensi yang tepat sasaran sekaligus memastikan setiap penderita mendapatkan layanan pengobatan hingga sembuh.
Ia menjelaskan, salah satu tantangan dalam penanganan TBC adalah masih adanya stigma di masyarakat yang menyebabkan penderita enggan memeriksakan diri atau menjalani pengobatan secara tuntas. Karena itu, pendekatan berbasis masyarakat dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk kepolisian, dinilai menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan pengobatan TBC.
“Semakin cepat kasus ditemukan dan ditangani, semakin besar peluang kita untuk memutus rantai penularan. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat pencapaian target eliminasi TBC di Sulawesi Barat,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, DKPPKB Sulbar berharap seluruh jajaran kepolisian dapat berperan aktif dalam mendukung program penanggulangan TBC di wilayah masing-masing. Dengan penguatan sinergi antara sektor kesehatan dan kepolisian, upaya penemuan kasus, pencegahan penularan, serta keberhasilan pengobatan diharapkan terus meningkat menuju Sulawesi Barat yang sehat, maju, dan sejahtera. (Adv/Rls)











