Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya di bidang promosi kesehatan, melalui penguatan kemampuan komunikasi dan penulisan berbasis budaya lokal.
Upaya tersebut diwujudkan melalui partisipasi Armawati, Fungsional Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Ahli Muda DKPPKB Sulbar, dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Barat. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (27/4/2026) di Aula Perpustakaan Provinsi Sulawesi Barat.
Bimtek menghadirkan narasumber berpengalaman, yakni Bustan Basir Maras, Adi Arwan Alimin, dan Mira Pasolong, yang membagikan wawasan serta teknik penulisan efektif dengan mengangkat nilai-nilai kearifan lokal sebagai kekuatan utama dalam penyampaian pesan kepada masyarakat.
Partisipasi DKPPKB Sulbar dalam kegiatan ini merupakan bagian dari strategi penguatan promosi kesehatan yang lebih komunikatif, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan masyarakat. Pendekatan berbasis budaya dinilai mampu meningkatkan daya terima pesan kesehatan sehingga lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh masyarakat luas.
Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi tenaga promosi kesehatan untuk mengembangkan konten edukasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga menarik dan relevan dengan karakteristik sosial budaya daerah.
Upaya peningkatan kapasitas SDM ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter, sebagaimana tertuang dalam Panca Daya di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.
Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa penguatan kompetensi tenaga promosi kesehatan menjadi kunci keberhasilan program kesehatan.
“Promosi kesehatan bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi bagaimana pesan tersebut dapat dipahami, diterima, dan mampu mengubah perilaku masyarakat. Pendekatan berbasis budaya menjadi salah satu strategi efektif untuk mencapai tujuan tersebut,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tenaga promosi kesehatan di Sulawesi Barat semakin adaptif dan inovatif dalam menyusun materi edukasi, sehingga mampu mendukung percepatan pencapaian program kesehatan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. (Adv/Rls)






