Ukur Capaian Program, DKPPKB Sulbar Siapkan Evaluasi Indikator Kesehatan Triwulan I

Mamuju, SorotanPena.Id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat menggelar rapat persiapan evaluasi Triwulan I (TW I) indikator kesehatan sebagai langkah strategis dalam mengukur capaian program prioritas kesehatan di Lokus Pasti Padu, Selasa (14/04/2026).

Rapat ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh indikator kesehatan dapat dipantau secara terukur, terarah, dan berbasis data, sekaligus menjadi dasar dalam penyusunan langkah percepatan program pada triwulan berikutnya.

Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama dalam mewujudkan visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera”. Dalam kerangka tersebut, sektor kesehatan memiliki peran strategis, khususnya dalam mendukung Misi ke-3 (Panca Daya), yaitu mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter yang digagas oleh Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.

Program Quick Wins Sulbar Sehat sendiri menjadi strategi percepatan pembangunan kesehatan daerah yang difokuskan pada sejumlah isu prioritas, antara lain peningkatan gizi ibu dan anak sebagai upaya penanganan stunting secara terpadu, dukungan terhadap program makan bergizi, serta pencapaian 100 persen Universal Health Coverage (UHC) di Provinsi Sulawesi Barat.

Melalui evaluasi yang dilakukan secara berkala, DKPPKB Sulbar berupaya memastikan setiap intervensi program berjalan efektif dan tepat sasaran. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong percepatan peningkatan indikator kesehatan secara signifikan, merata, dan berkelanjutan di seluruh wilayah.

Selain itu, rapat ini juga menjadi forum konsolidasi lintas program untuk memperkuat sinergi, menyamakan persepsi, serta mengidentifikasi berbagai tantangan dalam pelaksanaan program di lapangan.

Secara terpisah, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa evaluasi berkala menjadi kunci dalam memastikan keberhasilan program prioritas daerah.

“Melalui evaluasi triwulanan ini, kita dapat mengukur capaian secara objektif sekaligus mengidentifikasi langkah perbaikan yang perlu dilakukan, sehingga setiap program mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan gizi, penurunan stunting, dan perluasan akses layanan kesehatan,” ujarnya. (Adv/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *