Mamuju, SorotanPena.Id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat menggelar kegiatan HIV and TB Joint Planning at Provincial Level sebagai langkah strategis dalam menyusun perencanaan terpadu program HIV/AIDS dan Tuberkulosis (TB) tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Nina Cafe and Resto pada Rabu, 15 April 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung visi pembangunan daerah “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera” di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Program penanggulangan HIV/AIDS dan TB merupakan prioritas nasional yang memerlukan pendekatan terintegrasi. Koinfeksi TB-HIV masih menjadi tantangan serius karena kedua penyakit ini saling memperburuk kondisi pasien serta meningkatkan angka kesakitan dan kematian.
Melalui kegiatan ini, DKPPKB Sulbar mendorong sinergi lintas program di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Perencanaan terpadu dinilai penting untuk meningkatkan kolaborasi TB–HIV, mengoptimalkan capaian indikator program, serta mewujudkan layanan One Stop Service TB-HIV sesuai Petunjuk Teknis Kolaborasi TBC-HIV.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit serta Penyehatan Lingkungan DKPPKB Sulbar, Muh Ihwan, bersama perwakilan Dinas Kesehatan kabupaten, kepala puskesmas, dokter penanggung jawab program, serta mitra terkait, dengan total peserta sekitar 27 orang.
Pelaksanaan kegiatan diisi dengan pemaparan materi, diskusi interaktif, serta penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) sebagai output utama. Adapun target yang ingin dicapai meliputi tersusunnya dokumen perencanaan terpadu HIV–TB tahun 2026, pemetaan masalah dan solusi program, serta penguatan komitmen lintas sektor.
Secara terpisah, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks.
“Integrasi program HIV dan TB bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Melalui perencanaan bersama, kita dapat memastikan setiap intervensi lebih tepat sasaran, efektif, dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa dukungan pendanaan dari Global Fund komponen HIV/AIDS tahun 2026 diharapkan dapat memperkuat implementasi program secara berkelanjutan di seluruh wilayah Sulawesi Barat.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, DKPPKB Sulbar optimistis pengendalian HIV dan TB dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan memberikan kontribusi nyata dalam menekan beban penyakit menular di Provinsi Sulawesi Barat. (Adv/Rls)







