Jakarta, SorotanPena.Id – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang dirangkaikan dengan penyusunan panduan analisis dan tatalaksana risiko di bidang Kejadian Luar Biasa (KLB) dan wabah. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu–Kamis, 15–16 April 2026, di Jakarta.
Kehadiran DKPPKB Sulbar dalam forum tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam mendukung visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera” di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka. Sinkronisasi program serta penguatan sistem respons kesehatan dinilai penting untuk memastikan setiap kebijakan dan intervensi berjalan efektif, terarah, dan tepat sasaran.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai isu strategis sektor kesehatan turut dibahas, antara lain penguatan pelayanan dasar, percepatan penurunan stunting, peningkatan cakupan layanan kesehatan, serta penguatan sistem kesehatan berbasis data. Selain itu, dilakukan pula penyusunan panduan teknis terkait analisis dan tatalaksana risiko KLB dan wabah.
Penyusunan panduan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sistem kewaspadaan dini serta respons cepat terhadap potensi kedaruratan kesehatan masyarakat. Melalui panduan tersebut, diharapkan seluruh pemangku kepentingan memiliki acuan yang komprehensif dalam melakukan identifikasi risiko, analisis situasi, hingga penanganan KLB dan wabah secara cepat, tepat, dan terintegrasi.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya di bidang surveilans dan respons kesehatan masyarakat.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor dan lintas level pemerintahan menjadi kunci dalam memperkuat sistem kesehatan daerah.
“Kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah sangat diperlukan agar setiap program kesehatan dapat diimplementasikan secara optimal, termasuk dalam kesiapsiagaan menghadapi KLB dan wabah, sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, DKPPKB Sulbar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi, kapasitas, serta sistem respons kesehatan yang adaptif, guna mewujudkan masyarakat Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera. (Adv/Rls)







