Polewali Mandar, SorotanPena.Id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat menjadi narasumber dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelola dan Kader Posyandu Berbasis 25 Kompetensi yang digelar pada 12–13 Maret 2026 di Hotel Al Ikhlas, Kabupaten Polewali Mandar.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3A PMD) Provinsi Sulawesi Barat ini merupakan bagian dari penguatan Program PASTI PADU, dengan sasaran kader Posyandu dari desa dan kelurahan lokus program tersebut.
Pelaksanaan kegiatan ini juga sejalan dengan kebijakan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, melalui konsep Panca Daya dalam upaya mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat dr. Nursyamsi Rahim bersama Kepala Dinas Sosial P3A dan PMD Provinsi Sulawesi Barat Darmawati, sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung penguatan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Sebanyak 84 kader Posyandu dari berbagai desa dan kelurahan mengikuti kegiatan ini sebagai upaya peningkatan kapasitas dalam menjalankan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa. Para kader dibekali pemahaman mengenai standar pelayanan Posyandu berbasis 25 kompetensi kader, yang mencakup berbagai aspek pelayanan kesehatan dasar, seperti kesehatan ibu dan anak, gizi, pencegahan penyakit, hingga edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat dr. Nursyamsi Rahim mengatakan bahwa kader Posyandu memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.
“Kader Posyandu merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Melalui peningkatan kapasitas dengan 25 kompetensi ini, kami berharap kader semakin mampu memberikan pelayanan kesehatan dasar yang berkualitas, melakukan edukasi kepada masyarakat, serta mendukung berbagai program prioritas kesehatan seperti pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan ibu dan anak,” ujar dr. Nursyamsi Rahim.
Ia menambahkan, penguatan kapasitas kader Posyandu menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan berbasis masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perilaku hidup sehat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kader Posyandu di Sulawesi Barat semakin kompeten, aktif, dan mampu menjadi motor penggerak pelayanan kesehatan di tingkat desa, sekaligus mendukung keberhasilan Program PASTI PADU dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar bagi masyarakat. (Adv/Rls)







