Mamuju, SorotanPena.Id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) terus mendorong penguatan layanan kesehatan jiwa di seluruh wilayah kabupaten sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Salah satu fokus yang menjadi perhatian adalah peningkatan cakupan pelayanan bagi masyarakat yang mengalami gangguan depresi. Langkah ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif, komprehensif, serta mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Berdasarkan data Sistem Informasi Kesehatan Jiwa (Simkeswa) per Februari 2026, estimasi jumlah masyarakat dengan gangguan depresi di Provinsi Sulawesi Barat mencapai 6.640 orang. Dari jumlah tersebut, 34 orang telah mendapatkan pelayanan kesehatan, yang terdiri dari 10 laki-laki dan 24 perempuan.
Secara persentase, capaian pelayanan terhadap estimasi kasus depresi di Sulawesi Barat saat ini baru mencapai 0,51 persen. Angka tersebut menunjukkan masih perlunya penguatan layanan kesehatan jiwa serta peningkatan deteksi dini di fasilitas pelayanan kesehatan.
Jika dilihat per kabupaten, jumlah masyarakat yang telah mendapatkan pelayanan depresi tercatat di Kabupaten Mamuju sebanyak 16 orang, Mamuju Tengah 15 orang, Majene 2 orang, dan Polewali Mandar 1 orang. Sementara itu, Kabupaten Pasangkayu dan Mamasa belum melaporkan kasus yang mendapatkan pelayanan pada periode tersebut.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menempatkan kesehatan jiwa sebagai bagian penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Hal ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang menegaskan bahwa pembangunan kesehatan tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental masyarakat.
“Pembangunan kesehatan harus menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk kesehatan jiwa. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berkomitmen untuk terus memperkuat layanan kesehatan agar masyarakat dapat hidup lebih sehat, produktif, dan sejahtera,” ujar Suhardi Duka.
Sementara itu, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa peningkatan layanan kesehatan jiwa menjadi salah satu prioritas penting dalam sistem pelayanan kesehatan di Sulawesi Barat.
Menurutnya, depresi merupakan salah satu gangguan kesehatan jiwa yang perlu mendapatkan perhatian serius karena dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang jika tidak ditangani secara tepat.
“Gangguan depresi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering tidak terdeteksi secara dini. Karena itu, kami terus mendorong fasilitas pelayanan kesehatan, terutama puskesmas, untuk meningkatkan skrining dan deteksi dini agar masyarakat yang mengalami depresi dapat segera memperoleh pelayanan yang tepat,” jelas dr. Nursyamsi Rahim. (Adv/Rls)







