Mamuju, SorotanPena.Id – Tim Kerja Promosi Kesehatan, Kesehatan Komunitas dan Rentan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat mengikuti Pertemuan Koordinasi Program Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Tahun 2026 yang digelar secara daring, Rabu (25/2/2026).
Pertemuan tersebut dilaksanakan dalam rangka penguatan program tahun 2026 sekaligus menyinkronkan perencanaan dan strategi pelaksanaan kegiatan antara pemerintah pusat dan daerah. Fokus pembahasan meliputi arah kebijakan, indikator kinerja, serta prioritas kegiatan promotif dan pemberdayaan masyarakat di berbagai tatanan.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa sinkronisasi program sangat penting agar pelaksanaan promosi kesehatan berjalan terarah, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Hal ini juga sejalan dengan Panca Daya Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, khususnya dalam membangun sumber daya manusia unggul dan berkarakter.
“Promosi kesehatan merupakan fondasi perubahan perilaku. Jika perencanaan dan indikator kinerja tersinkronisasi dengan baik antara pusat dan daerah, maka intervensi di lapangan akan lebih efektif dalam mendorong masyarakat hidup sehat,” ujar dr. Nursyamsi.
Ia menambahkan, penguatan promosi kesehatan harus menjangkau berbagai tatanan, mulai dari sekolah dan kampus, tempat kerja, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga Posyandu dan komunitas. Langkah ini sejalan dengan peningkatan literasi kesehatan, pembudayaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), serta penguatan aktivitas fisik masyarakat.
DKPPKB Sulbar berkomitmen mengoptimalkan peran promosi kesehatan dan kesehatan komunitas sebagai bagian dari transformasi layanan primer serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Barat. (Adv/Rls)







