Terjemahkan 10 Manifesto Suara Ekraf Indonesia ke Desa, ICCN Sulbar Serahkan Dokumen Aspirasi demi Mamuju Keren

Menindaklanjuti Penyerahan 10 Manifesto ICCN dari Fiki Satari ke Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya di WCCE 2026 Jakarta, Komunitas Kreatif Sulbar Bergerak Dorong Mamuju Menuju Kabupaten Kreatif

MAMUJU, SOROTANPENA.ID — Semangat penerimaan Dokumen 10 Manifesto Suara Ekraf Indonesia oleh Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dari Ketua Umum Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Fiki Satari, pada ajang World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di CGV Grand Indonesia, Jakarta (Jumat, 23 Oktober 2026) lalu, kini berlanjut dan membumi secara nyata di daerah. Menindaklanjuti momentum nasional tersebut, Koordinator Daerah ICCN Sulawesi Barat (Sulbar) mengambil langkah progresif dengan menerjemahkan 10 Manifesto Suara Ekraf Indonesia hingga ke tingkat perdesaan dan akar rumput. Naskah Aspirasi Kreatif Kabupaten Mamuju diserahkan secara resmi dalam rangkaian Musyawarah Kreatif ICCN Sulbar yang berlangsung di Mamuju.

Dokumen strategis tersebut diserahkan langsung oleh Korda ICCN Sulbar, Ivannandar Iskandar, dan diterima secara resmi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Mamuju, Muh. Fausan Basir, yang hadir mewakili Bupati Mamuju. Momen bersejarah ini disaksikan langsung oleh Ketua Umum ICCN yang juga menjabat sebagai Direktur Utama LPP TVRI, Tb. Fiki C. Satari. Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai elemen penting ekosistem daerah, antara lain Kepala Stasiun (Kepsta) TVRI Sulbar, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Barat, para Kepala Desa se-Kabupaten Mamuju, serta ratusan pegiat dan komunitas kreatif lokal.

Ketua Umum ICCN, Tb. Fiki C. Satari, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif Korda ICCN Sulbar yang dinilainya mampu membawa narasi besar ekonomi kreatif nasional turun membumi ke tingkat perdesaan.

“Manifesto Ekraf Indonesia bukan sekadar dokumen konseptual, melainkan kompas aksi. Apa yang dilakukan oleh Korda ICCN Sulbar hari ini—dengan mendudukkan potensi lokal Mamuju seperti Tenun Sekomandi, kopi, kakao, dan kriya pesisir dalam konteks pembangunan desa—adalah contoh nyata bagaimana suara daerah harus menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi kreatif nasional,” ujar Fiki Satari di sela-sela kegiatan.

Korda ICCN Sulbar, Ivannandar Iskandar, menegaskan bahwa penyusunan naskah aspirasi ini merupakan wujud kontribusi aktif dan rasa cinta mendalam dari seluruh jejaring komunitas kepada daerah.

“Aspirasi Kreatif ini lahir dari perajin, kreator muda, pemusik lokal, hingga pelaku wirausaha informal di desa-desa. Ini adalah bukti cinta tulus komunitas kreatif untuk membersamai Bupati Mamuju dalam mengagas visi Mamuju Keren, guna melangkah secara nyata menuju Mamuju sebagai Kabupaten Kreatif yang berdaya saing dan inklusif,” ungkap Ivannandar.

Menanggapi penyerahan aspirasi tersebut, Kepala Dinas PMD Kabupaten Mamuju, Muh. Fausan Basir, menyampaikan apresiasi dan komitmen Pemkab Mamuju untuk menindaklanjuti poin-poin rekomendasi yang disampaikan sebagai acuan kebijakan pembangunan desa berbasis ekonomi kreatif.

Poin-Poin Utama Aspirasi Kreatif Mamuju:

  1. Penguatan Potensi Lokal & Desa: Pelindungan HKI Komunal serta pengembangan inovasi berbasis Tenun Sekomandi, Kopi Manarra, Olahan Kakao, dan kriya bahari.
  2. Inklusivitas & Perlindungan Pelaku Informal: Penyediaan ruang publik (Maker Space/Creative Center) gratis bagi komunitas.
  3. Kelembagaan & Regulasi Daerah (Sinergi Hexa Helix): Dorongan pembentukan Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Mamuju serta pengesahan Peraturan Daerah (Perda) Ekraf sebagai payung hukum kolaborasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *