MAMUJU, SOROTANPENA.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat pembangunan sektor kesehatan dengan menempatkan sejumlah persoalan strategis sebagai prioritas, mulai dari penanganan stunting, perluasan jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin, penguatan pelayanan kesehatan, pengendalian penyakit menular, hingga dukungan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Sulbar memastikan pembangunan kesehatan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan yang dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana dan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat dr. Nursyamsi Rahim.
Nursyamsi mengatakan, pembangunan kesehatan harus diarahkan pada persoalan yang secara langsung memengaruhi kualitas hidup masyarakat. Karena itu, penanganan berbagai masalah kesehatan membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada layanan medis, tetapi juga memperkuat intervensi promotif dan preventif.
Menurutnya, penanganan stunting misalnya, tidak dapat dilakukan hanya melalui intervensi kesehatan. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan lintas sektor untuk memastikan keluarga memiliki akses terhadap pangan bergizi, pelayanan kesehatan, edukasi, serta pendampingan yang berkelanjutan.
“Isu kesehatan yang menjadi perhatian kita mencakup penanganan stunting, jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin, penguatan pelayanan kesehatan, penanggulangan penyakit menular, serta dukungan terhadap pelaksanaan Makan Bergizi Gratis. Semua membutuhkan kolaborasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Nursyamsi.
Ia menegaskan, penguatan pelayanan kesehatan juga harus berjalan beriringan dengan peningkatan upaya pencegahan. Deteksi dini, edukasi kesehatan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan peran Puskesmas dan kader menjadi bagian penting dalam mencegah persoalan kesehatan berkembang menjadi lebih serius.
Pendekatan tersebut dinilai penting karena keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya diukur dari kemampuan menangani masyarakat yang sudah sakit, tetapi juga dari sejauh mana pemerintah mampu mencegah munculnya masalah kesehatan sejak dini.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana menekankan pentingnya sinergi antarperangkat daerah dalam menjalankan berbagai prioritas pembangunan.
Menurut Junda, sektor kesehatan memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, program kesehatan perlu dilaksanakan secara terintegrasi, berkelanjutan, serta melibatkan berbagai sektor sesuai dengan peran dan kewenangannya.
Arah pembangunan tersebut sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka.
Pemprov Sulbar terus mendorong agar kebijakan pembangunan tidak hanya berorientasi pada capaian program, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang semakin mudah diakses dan manfaat pembangunan yang nyata.
Dengan fokus tersebut, pembangunan kesehatan di Sulawesi Barat diharapkan mampu memperkuat perlindungan masyarakat secara menyeluruh, mulai dari memastikan anak tumbuh sehat, masyarakat miskin memperoleh perlindungan kesehatan, pelayanan kesehatan semakin kuat, penyakit menular dapat dikendalikan, hingga pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat terus diperbaiki. (Adv/Rls)






