MAMUJU, SOROTANPENA.ID — Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Barat dari Komisi IV, Ajbar Abdul Kadir, mendorong pemerintah daerah agar arah investasi pembangunan Sulawesi Barat lebih difokuskan pada sektor-sektor yang mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Ajbar dalam momentum peringatan 22 tahun Provinsi Sulawesi Barat yang dipimpin langsung Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK), Selasa (22/9/2026).
Menurut Ajbar, peringatan HUT Sulbar harus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh elemen dalam mendukung visi pembangunan daerah menuju Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera.
“Yang pertama, kita patut bersyukur. 22 tahun Sulawesi Barat sudah berusia. Tentu saja buah kesyukuran ini adalah bagaimana kita bisa hadir semua untuk support terhadap visi, misi, dan cita-cita pemerintah provinsi,” kata Ajbar.
Ajbar menilai, pembangunan daerah perlu diarahkan pada sektor yang memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan pekerjaan.
“Bagi saya, investasi pembangunan terbaik adalah investasi di sektor-sektor yang memungkinkan pembukaan lapangan pekerjaan tersedia, bagaimana bisa mengangkat derajat masyarakat kita yang belum menjadi sejahtera,” ujarnya.
Ajbar menyebut sektor pertanian dan perikanan sebagai dua bidang yang perlu mendapatkan perhatian serius dalam pembangunan Sulbar.
Ia mendorong penguatan infrastruktur dan sarana produksi, mulai dari jalan usaha tani, penyediaan bibit unggul, fasilitas peternakan hingga perlengkapan yang menunjang aktivitas nelayan.
Dorongan tersebut sejalan dengan struktur perekonomian Sulbar. BPS mencatat sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi salah satu motor utama perekonomian Sulbar pada 2025.
“Perputaran ekonomi Sulbar 30 persen berada di sektor pertanian dan nelayan. Menurut saya, sektor-sektor ini harus dipacu dengan cepat,” kata Ajbar.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang menunjang aktivitas masyarakat merupakan bagian penting dari investasi pembangunan. Namun, ia mengingatkan agar pembangunan tetap memperhatikan sektor pendidikan dan kesehatan.
Di sisi lain, Ajbar mengakui keterbatasan kapasitas fiskal daerah menjadi salah satu tantangan dalam mempercepat pembangunan Sulbar.
Ia menyebut kemampuan APBD Sulbar yang berada di kisaran Rp1,8 hingga Rp1,9 triliun membuat peningkatan berbagai indikator pembangunan membutuhkan proses dan dukungan dari pemerintah pusat.
“Dari capaian presentasi tadi, secara indeksnya hampir semua naik, rata-rata naik. Tetapi tentu saja tidak bisa frontal kenaikan karena kita sadar benar APBD kita hanya Rp1,8-Rp1,9 triliun. Tentu ini tidak bisa lari kencang,” jelasnya.
Karena itu, Ajbar mengatakan akan terus memperjuangkan peningkatan transfer ke daerah serta mendorong program-program kementerian agar dapat memberikan dukungan lebih besar terhadap pembangunan di Sulawesi Barat.
“Sebagai anggota DPR RI, saya akan terus berjuang bagaimana transfer daerah bisa meningkat, bagaimana program-program vertikal langsung dari kementerian-kementerian, terutama di komisi kami, itu bisa kita pacu,” tuturnya.
Khusus sektor pertanian dan perikanan, Ajbar mendorong peningkatan ketersediaan alat, sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat. Menurutnya, dukungan tersebut penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Salah satu program yang disorot adalah Kampung Nelayan Merah Putih. Ajbar berharap program tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan permukiman, tetapi mampu menjadi kawasan terpadu yang mendorong kemandirian dan peningkatan kesejahteraan nelayan.
“Bagaimana menciptakan kesejahteraan bagi nelayan kita, menciptakan kemandirian, sehingga kampung nelayan itu adalah kampung di mana secara holistik, secara terpadu, itu bisa meningkatkan kesejahteraan nelayan kita dengan pendekatan ekosistem nelayan,” katanya.
Menurut Ajbar, konsep tersebut perlu didukung dengan berbagai infrastruktur penunjang aktivitas nelayan, seperti pelabuhan kecil, fasilitas penyimpanan hasil tangkapan, fasilitas pengolahan hingga galangan kapal.
“Pelabuhan-pelabuhan kecil dibangun, cold storage-nya dibangun, pabrik es-nya dibangun, dan tentu saja galangan-galangan kapalnya dan pelabuhannya akan dibangun,” ungkap Ajbar.
Dengan penguatan sarana produksi dan infrastruktur tersebut, Ajbar berharap sektor pertanian dan perikanan tidak hanya menjadi penopang perekonomian Sulbar, tetapi juga mampu menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat. (rls/*)












