Selama Ramadan, Pemprov Sulbar Jamin Program MBG Tetap Berjalan Optimal

Mamuju, SorotanPena.Id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menghargai berbagai masukan masyarakat sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kualitas pemenuhan gizi, khususnya dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa Program MBG tetap dilaksanakan dengan mengacu pada standar gizi seimbang, meskipun terdapat penyesuaian mekanisme selama Ramadan, baik dari sisi waktu konsumsi maupun jenis menu bagi penerima manfaat.

Penyesuaian tersebut mengacu pada Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelayanan Program MBG pada Bulan Ramadan dan Idul Fitri 1447 H/2026 M yang diterbitkan Badan Gizi Nasional pada 12 Februari 2026. Dalam edaran itu ditegaskan bahwa pelayanan MBG selama Ramadan tetap berjalan dengan memperhatikan prinsip gizi seimbang, keamanan pangan, ketertiban administrasi, dan akuntabilitas.

Beberapa penyesuaian pelaksanaan MBG selama Ramadan meliputi distribusi dalam bentuk paket makanan kemasan sehat (bukan makanan ultra-proses/pabrikan) yang tetap memenuhi standar gizi, pengaturan jadwal distribusi menyesuaikan awal Ramadan dan libur nasional, pemberian layanan penuh bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, serta penerapan sistem bundling maksimal tiga hari guna menjaga kesinambungan asupan gizi.

dr. Nursyamsi menegaskan, prinsip “MBG Ramadan Bergizi” tetap menjadi pedoman utama, dengan komposisi menu yang harus mengandung karbohidrat sebagai sumber energi, protein hewani dan nabati, sayur dan buah sebagai sumber vitamin dan mineral, lemak sehat, serta air/minuman yang cukup.

Ia juga mengingatkan agar menu yang cepat basi, bercita rasa terlalu pedas, atau berpotensi menimbulkan risiko keracunan pangan tidak digunakan selama periode Ramadan.

Pemprov Sulbar mengakui adanya tantangan teknis di lapangan dalam proses distribusi dan penyesuaian mekanisme. Namun hal tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memastikan program tetap berjalan optimal dan tepat sasaran.

“Program MBG bukan sekadar pembagian makanan, tetapi bagian dari upaya strategis meningkatkan status gizi generasi kita. Ramadan bukan hambatan, melainkan momentum untuk tetap menjaga kualitas asupan dengan pola yang lebih teratur dan sehat,” tegasnya.

Pemprov Sulbar berkomitmen terus mengawal pelaksanaan Program MBG agar berjalan efektif, adaptif terhadap kondisi sosial-keagamaan, serta tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan penerima manfaat. (Adv/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *