Mamuju, SorotanPena.Id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Sulbar menggelar Workshop Manajemen Pengelolaan Masjid se-Sulawesi Barat di De Shanum Hotel Mamuju, Jumat (27/2/2026).
Kegiatan ini diikuti sekitar 88 peserta yang terdiri atas imam dan pengurus masjid dari enam kabupaten di Sulawesi Barat. Workshop menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang manajemen pengelolaan masjid, administrasi, dan pengelolaan keuangan.
Kepala Biro Pemkesra Setda Provinsi Sulbar, Murdanil, menuturkan masjid memiliki peran yang sangat strategis, terlebih di bulan Ramadan.
“Masjid bukan hanya sebagai tempat pelaksanaan ibadah ritual, tetapi juga menjadi pusat pembinaan akhlak, penguatan ukhuwah Islamiyah, serta wadah peningkatan kepedulian sosial umat,” ujarnya.
Karena itu, lanjut Murdanil, para pengurus masjid dituntut mampu mengelola masjid secara profesional, tertib, dan transparan agar seluruh aktivitas keagamaan maupun sosial dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.
Ia menegaskan, pelaksanaan workshop ini menjadi relevan dan penting karena digelar di tengah suasana Ramadan yang sarat dengan nilai pembelajaran, keikhlasan, dan pengabdian.
“Melalui workshop ini, diharapkan para pengurus masjid dapat meningkatkan kapasitas, wawasan, serta kemampuan manajerial dalam mengelola masjid sebagai pusat ibadah dan pemberdayaan umat,” harapnya.
Pemprov Sulbar melalui Biro Pemkesra, kata Murdanil, berkomitmen mendukung penguatan fungsi masjid sejalan dengan upaya mewujudkan masyarakat Sulawesi Barat yang religius, rukun, dan sejahtera.
“Masjid yang dikelola dengan baik akan menjadi pilar penting dalam membangun karakter masyarakat yang berakhlak mulia dan menjunjung tinggi nilai persatuan,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memperoleh bekal praktis yang dapat diterapkan di masjid masing-masing, sehingga tata kelola masjid semakin profesional dan berdaya guna bagi umat. (Fir)







