Pemprov Sulbar Gandeng Ulama, Perkuat Sinergi Hadapi Tantangan Zaman

Mamuju, SorotanPena.Id — Kegiatan Silaturrahim Ulama dan Tokoh Agama digelar Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Provinsi Sulawesi Barat berlangsung di Lantai 3 Asrama Haji Mamuju, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran strategis ulama dalam pembangunan daerah, khususnya dalam pembinaan moral dan spiritual masyarakat.

Ketua Panitia, H. Makdum Ibrahim, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap Program Pancadaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, terutama pada poin pengembangan sumber daya manusia.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturrahim, memperkuat sinergi antara ulama dan pemerintah, serta meningkatkan kontribusi tokoh agama dalam menjaga kerukunan dan ketahanan sosial di Sulawesi Barat,” ujarnya saat menyampaikan laporan kegiatan.

Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah pemateri, di antaranya Busrah, S.Sy., M.E., Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN), serta Dr. H. Sudirman AZ, S.Pd., M.Pd., yang merupakan Pimpinan Pusat GP Ansor.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sulbar, Amir, menegaskan bahwa kegiatan silaturrahim ini memiliki makna yang sangat penting dan strategis.

“Ini bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi menjadi ruang untuk mempererat ukhuwah, menyamakan persepsi, serta memperkuat peran ulama dan tokoh agama sebagai pilar utama dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui visi pembangunan yang tertuang dalam Pancadaya Gubernur menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas utama, khususnya pada poin ketiga.

“Dalam konteks ini, ulama dan tokoh agama memiliki peran yang sangat sentral. Pengembangan SDM tidak hanya dimaknai sebagai peningkatan kapasitas intelektual semata, tetapi juga mencakup pembinaan mental, spiritual, dan akhlak masyarakat,” jelasnya.

Menurut Amir, keberadaan ulama dan tokoh agama sangat penting sebagai penuntun moral, pemersatu dalam kehidupan sosial yang beragam, serta mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berdaya saing.

Lebih lanjut, ia menyoroti berbagai tantangan zaman, baik sosial, budaya, maupun perkembangan teknologi, yang menuntut peran lebih kuat dari tokoh agama.

“Di tengah tantangan tersebut, dibutuhkan kehadiran ulama sebagai penyejuk, penuntun, dan penyeimbang di tengah masyarakat,” katanya.

Kepala Biro Pemkesra Provinsi Sulawesi Barat, Murdanil, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menyebut kegiatan silaturrahim ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan tokoh agama.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara pemerintah dengan ulama dan tokoh agama. Kami berharap forum seperti ini terus berlanjut agar peran keagamaan dalam pembangunan daerah semakin optimal,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap terbangun sinergi yang semakin kokoh antara pemerintah dan para ulama serta tokoh agama dalam mewujudkan masyarakat Sulawesi Barat yang maju, sejahtera, dan berakhlak mulia.

Murdanil juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan tersebut, khususnya kepada panitia pelaksana. (Fir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *